[Update] Info Ryaas Rasyid Menangis: Pemimpin Memberi Contoh yang Sangat Buruk dan Tak Ada Mengoreksi Update 2023

HBLpegadaian.id – Ryaas Rasyid menangis. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Ke-9 masa jabatan 23 Agustus 2000 – 7 Februari 2001 itu menegaskan bagaimana pemimpin negara ini memberikan contoh yang buruk, dan tak ada lagi yang mengoreksi.

Itu diungkap pakar pemerintahan itu dalam konferensi pers para tokoh bangsa di Jakarta pada Kamis, 1 Februari 2024 lalu.

Selain Prof Ryaas Rasyid, dalam konferensi pers hadir sejumlah tokoh nasional, seperi Wapres ke-10 dan ke-12 HM Jusuf Kalla, Mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Mantan Menteri Agama Fachrul Razi.

Ada pula Prof. Dr. Rochmat Wahab, KH. Abdussalam Shohib, Dr. Zaitun Rasmin, Irjen Pol (Purn) Anas Yusuf, KH Muhyiddin Junaidi, KH Cholil Nafis, Ari Chandra, Prof Didin S Damanhuri, hingga Pdt. Sherpard Supit. Serta Dr. Sabriati Aziz, Dr. KH. Ahmad Munif, Dr. Yusnar Yusuf, Dr. Ahmad Sukatmajaya, Letjen TNI (Purn) Tyasno Sudarto, Marsdya (Purn) Tamsil, Immanuel Bigo, Dra. Marfuah Mustofa, MPd, Dr. Syifa Fauzia, Dwiki Darmawan, Pdt. Ben Siburian, Pdt. Frangky Kombaitan, Benny Parapat, dan Virda Deviyanti.

Pada kesempatan tersebut, Ryaas mengatakan, kondisi seperti ini tidak pernah terjadi di Indonesia sebelumnya, di mana pemimpin memberikan contoh yang sangat buruk. Termasuk menafsirkan Undang-Undang seenaknya.

“Sama dikatakan Pak JK tadi, saya kira tidak pernah terjadi pada sejarah Indonesia, terutama sejak reformasi, di mana kita saat ini secara sangat telanjang menyaksikan gambaran politik yang sangat buruk,” ungkap Menteri Negara Otonomi Daerah Indonesia masa jabatan 29 Oktober 1999 – 23 Agustus 2000 ini.

HM Jusuf Kalla, Din Syamsuddin dan tokoh-tokoh lain yang hadir. (Foto: HO)

Menurut Ryaas, pemimpin negara saat ini, memberikan contoh yang buruk bagaimana negara dikelola, dan contoh yang buruk bagaimana masyarakat dilindungi.

“Maka saya tidak ragu-ragu mengatakan, bahwa ancaman terhadap demokrasi, ancaman terhadap kejujuran pemilu, saat ini sangat dirasakan pada semua level,” tegasnya.

“Saya tidak menyanjung pak JK, tetapi sejak beliau tidak di pemerintahan, (suara Pak Ryaas kemudian terdengar serak) tidak ada lagi yang mengoreksi, karena tidak ada lagi di dalam yang mengoreksi ketika ada kejahatan seperti ini,” ungkap Ryaas Rasyid dengan suara serak.

“Terlalu buruk ini Pak JK, menafsirkan Undang-Undang secara keliru. Yang saya sesalkan, kenapa tidak ada orang di sekitarnya yang bisa mengoreksi tentang hal yang membahayakan demokrasi ini,” tegasnya.

Menurut Ryaas, dia bisa membayangkan, bagaimana kalau semua pejabat daerah melakukan hal yang sama. “Mencontoh presidennya. Tidak ada lagi tempat di mana orang mengharap perlakuan yang adil dalam pemilu,” ungkapnya.

Ryaas menegaskan, ini adalah ujian bagi Bangsa Indonesia. “Kalau sampai kebenaran ini kalah, saya tidak bisa membayangkan berapa lama lagi Indonesia bisa bertahan,” cetusnya.

“Saya ingin mengatakan, bahwa sebenarnya, Anies Baswedan adalah representasi kebenaran dalam berpolitik,” ungkapnya.

Alasan Ryaas menyampaian itu, karena melihat riwayat politik Anies, tidak ada jejak-jejak kecurangan. “Ada tidak jejak-jejak yang curang selama dia berpolitik. Kita tidak pernah dengar di mana dia menggelisahkan masyarakat. Tidak ada sama sekali,” imbuhnya.

Menurutnya, sebetulnya bangsa Indonesia saat ini mendapatkan rahmat yang besar, punya calon pemimpin bangsa. “Rugi sekali bangsa ini kalau sampai dia (Anies) gagal. Rugi sekali kita,” tegasnya.

Menurut Ryaas, ini adalah suatu perjalanan yang insya Allah akan diridhoi oleh Allah. Pasalnya kata dia, terlalu nyata perbedaan antara capres yang satu dengan yang lain.

“Terlalu nyata bukti-bukti karyanya, pikiran-pikirannya yang lain. Terlalu rugi bangsa ini, ketika sudah dihadirkan di hadapannya (pemimpin yang baik), sisa kita coblos saja,” ungkapnya.

Memang saat ini lanjut dia, banyak perbedaan-perbedaan politik yang menyimpang. “Namun saya yakin di kalangan yang terdidik, insya Allah kita akan memenangkan Anies Baswedan,” ungkapnya.

“Yang saya khawatirkan, masyarakat kita di bawah ini, yang tidak terkena oleh medsos, tidak terkena oleh pencerahan-pencerahan ini, yang bisa dipaksakan, digiring, dikendalikan oleh jaringan yang besar, yang menggunakan uang besar, menggunakan kekuasaan ini, itu yang paling saya khawatirkan,” paparnya.

Pencetus otonomi daerah ini menambahkan, perlu tekad yang besar, terutama teman-teman di lapangan, di tingkat kecamatan, untuk mengawal suara Anies.

“Kawal TPS. Kawal perhitungan di kecamatan itu. Itu yang paling krusial dari pengalaman yang lalu,” ujarnya.

“Jika kita punye rekornya semua, yang di atas itu kalau sampai ada kecurangan, kita bisa buktikan,” tambahnya.

Yang paling rawan lanjut Ryaas, adalah manipulasi di KPU. “Kita harus awasi. Yang paling kita harapkan pengawalan dari TPS ke kecamatan. Kalau ini sudah kita miliki, maka perhitungan di atasnya itu kalau beda, bisa saja ada kecurangan,” tegasnya.

Anggota Wantimpres era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini menambahkan, kalau semua ini aman, dia yakin tidak ada pilihan lain pada bangsa Indonesia.

“Kalau dia jujur pada diri sendiri, maka pasti dia akan pilih Anies Baswedan. Saya mohon maaf pada yang lain-lain, dialah (Anies) yang terbaik. Yang lain juga baik, tapi ada yang terbaik,” tutupnya.

Sebelumnya, sejumlah tokoh nasional menggelar konferensi pers, menyerukan untuk memilih pasangan Anies Rasyid Baswedan – Muhaimin Iskandsr (AMIN) dalam Pilpres 2024.

Dalam konferensi pers di Jakarta Kamis 1 Januari 2024, para tokoh tersebut juga menyampaikan keprihatinan atas kehidupan kenegaraan terutama dengan sikap ketidaknetralan presiden dalam Pemilu.

Para tokoh juga menyerukan masyarakat untuk memilih pasangan Amin pada pemilu 2024 yang digelar 14 Februari mendatang.

“Kami memantapkan keyakinan untuk mendukung pasangan Capres-Cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) yang kami nilai tepat, ideal, dan solusi bagi Indonesia,” demikian bunyi pernyataan resmi para tokoh lintas agama tersebut.

Berikut isi pernyataan lengkap para tokoh:

Dengan Nama Tuhan Yang Maha Esa

Mencermati secara seksama perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara jelang Pemilu/Pilpres 2024 terakhir ini, kami para tokoh/aktivis beberapa organisasi/kelompok masyarakat menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Keprihatinan mendalam akan proses Pemilu/Pilpres 2024 yang paling buruk dalam sejarah Indonesia, dengan hilangnya etika politik berdasarkan Pancasila dan kepemimpinan nasional terjerembab ke titik nadir kenegarawanan. Hal ini ditandai oleh keterlibatan dan keberpihakan presiden dan jajaran pemerintah yang terlalu dalam dan demonstratif demi memenangkan partai dan/atau pasangan capres dan cawapres tertentu.
  2. ⁠Sejatinya pemilu/pilpres adalah jalan damai untuk pergantian rezim yang sudah berkuasa selama maksimal masa jabatannya, maka harus berlangsung sesuai prinsip dalam undang-undang yaitu jujur dan adil. Namun, gejala dan gelagat kecurangan menjelma di depan mata seperti pengerahan aparat negara dan kepala desa, pembagian BLT, bansos, selama masa kampanye, dan lain sebagainya. Jika hal ini tidak dihentikan maka pemilu/pilpres akan gagal dan potensial membawa pertentangan serta perpecahan di tubuh bangsa.
  3. ⁠Kami menyerukan kepada seluruh keluarga bangsa untuk mencegah terjadinya hal demikian, untuk itu harus menghalangi segala bentuk kecurangan, dan tidak memilih partai dan/atau pasangan capres-cawapres yang didukung oleh rezim yang berkuasa.
  4. ⁠Kami memantapkan keyakinan untuk mendukung Pasangan Capres-Cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) yang kami nilai tepat, ideal, dan solusi bagi Indonesia masa depan atas alasan-alasan:

a. Amin berwawasan kemajemukan sehingga dapat mewujudkan kerukunan dalam kehidupan bangsa.b. Amin visioner untuk membawa Bangsa Indonesia berkembang maju sesuai cita-cita nasional, dan berwibawa dalam pergaulan global antar bangsa.

c. Amin membawa perubahan sebagai sesuatu yang niscaya dan mendesak dilakukan atas kehidupan bangsa dan negara yang rusak akibat merajalelanya korupsi, kolusi, nepotisme dan politik dinasti.

d. Amin berbakat dan berpengalaman mengelola manajemen nasional dalam mendayagunakan Sumber Daya Alam Indonesia yang kaya dan Sumber Daya Manusia yang perkasa melalui agenda perubahan.

e. Amin adalah tokoh muda yang segar, rasional, matang, simpatik, dan beradab.

Kami mengajak seluruh rakyat Indonesia yang memiliki hak pilih, baik laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun muda, baik pemilih lama maupun pemula untuk memilih pasangan Amin. Kita mendukung pasangan Amin yang bertolak dari iman akan memimpin dengan amanah, hal mana akan membawa Indonesia aman, dan menciptakan imun bagi bangsa dan negara terhadap segala bentuk tantangan dan ancaman dari luar. (*)

Silahkan kirim ke email: [email protected].

Stay connect With Us :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *