[Update] Info Libatkan Kepala Desa, Bawaslu Umumkan Laporan Dugaan Pelanggaran Kampanye Gibran di Ambon Penuhi Syarat Update 2023

HBLpegadaian.id, JAKARTA—Bawaslu mengumumkan perkembangan terkini dugaan pelanggaran kampanye calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka saat safari politik di Ambon. Laporan dugaan pelanggaran itu diklaim Bawaslu sudah memenuhi syarat formal dan material.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Maluku Subair menjelaskan, hal itu dipastikan usai Bawaslu menggelar rapat pleno terhadap laporan hasil pengawasan kampanye Pemilu 2024.

“Laporan dugaan pelanggaran tersebut akan dilanjutkan dengan dituangkan dalam Formulir B2 untuk kemudian diregistrasi,” kata Subair di Ambon, Rabu (17/1/2024) dikutip dari Inilah,com.

Dijelaskan Subair, registrasi temuan pelanggaran itu akan dilakukan selama dua hari. Setelah itu, dilanjutkan dengan pengkajian selama tujuh hari.

Kalau kemudian masih memerlukan data-data informasi, maka ditambah tujuh hari lagi, sehingga total menjadi 14 hari. “Tetapi, biasanya kami menggunakan tujuh hari. Empat belas hari jika datanya masih belum cukup,” jelas Subair.

Subair mengaku pihaknya juga akan melakukan klarifikasi dengan mengundang pihak-pihak terkait, termasuk saksi ahli.

Syarat formal laporan yang telah terpenuhi itu meliputi identitas penemu, identitas terlapor, dan waktu pelaporan tidak melebihi batas waktu tujuh hari setelah kejadian.

Sedangkan, syarat material yang terpenuhi ialah peristiwa dan uraian kejadian, tempat kejadian, serta saksi yang mengetahui peristiwa tersebut dan bukti.

“Syarat-syarat formal dan material itu semua sudah ada dalam laporan dari penemu,” ungkap Subair.

A​​​​​​​nggota Bawaslu Maluku Astuti Usman menambahkan, apabila ditemukan ada dugaan pelanggaran dalam proses pengkajian, maka melibatkan aparat di Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu.

​​”Karena ini pidana, jadi bukan ditangani Bawaslu sendiri, akan melibatkan kejaksaan dan kepolisian bila nanti kalau arahnya ke sana (ditemukan pelanggaran),” jelas Astuti.

Sebelumnya, Gibran melakukan safari politik dan menggelar pertemuan bersama Raja-Raja atau Kepala Desa Maluku Tengah dan Kota Ambon di Ambon. Pertemuan itu kemudian dilaporkan ke Bawaslu karena diduga sebagai pelanggaran pemilu. (ilo)

Silahkan kirim ke email: [email protected].

Stay connect With Us :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *