[Update] Info Kubu Ganjar-Mahfud Adukan Sekda Takalar ke Bawaslu soal Video Dukung Anak Jokowi Update 2023

HBLpegadaian.id, MAKASSAR – TPD Ganjar-Mahfud Sulsel mengadu ke Bawaslu soal Sekretaris Daerah (Sekda) Takalar, Muhammad Hasbi yang diduga melakukan pelanggaran Pemilu.

TPD Ganjar-Mahfud Sulsel menilai, Muhammad Hasbi diduga telah membuat ajakan untuk mendukung anak Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming untuk menang di Pilpres 2024. 

“Kami sudah masukkan laporan pengaduan terkait adanya video viral di Takalar, yang mana oknum ASN yang mengarahkan untuk memilih salah satu paslon dan kami cermati itu video sehingga kami beranggapan ini pelanggan Pemilu jelas yang mengarahkan pilih kalau anaknya Jokowi akan menang wakil presiden, akan digantikan (diangkat, red) jadi pegawai negeri,” kata Tim Hukum TPD Ganjar – Mahfud Sulsel, Andi Walinya kepada wartawan, Rabu 17 Januari 2024.

Adapun beberapa bukti yang HBLpegadaian.id lampirkan ke Bawaslu Sulsel, salah satunya video viral Muhammad Hasbi. 

“Termasuk video, ada juga bukti surat undangan, dan di Facebook yang bisa kami adukan,” jelasnya.

Pengaduan ini kemudian telah sampai secara administrasi di Bawaslu Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar sekira pukul 16.52 Wita. Selanjutnya akan dilengkapi pada Rabu, 18 Januari 2024.

Andi melanjutkan, pihaknya mengaku telah melihat video klarifikasinya Hasbi atas kejadian ini. Namun HBLpegadaian.id tetap menduga adanya dugaan pelanggaran Pemilu.

“Kami melihat narasinya sudah jelas semacam ajakan, arahan yang masuk dan sudah terpotong dan sudah jelas narasinya apabila terpilih, itu sudah ajakan dan arahan dan hadir saat itu guru, bahkan kepala dinas yang diundang. Tidak ada masyarakat Di luar yang diundang ASN, termasuk honor,” jelasnya.

Sebelumnya, Muhammad Hasbi bantah dirinya diduga menjanjikan akan angkat jutaan CPNS, kalau anak Presiden Jokowi menang di Pilpres 2024.

Muhammad Hasbi mengaku sama sekali tidak mengampanyekan siapa pun dan tidak ada ajakan mendukung anak Jokowi tersebut.

“Tidak ada ajakan untuk memilih pasangan calon tertentu baik menyebut nomor angka dan sebagainya. Itu murni menjelaskan kepasa PPPK yang cemas nasibnya tidak menentu. Kejadian sebenarnya,” ujar Hasbi dalam video klarifikasinya yang diterima, Selasa, 16 Januari 2024.

Dia bilang, video viral yang beredar tersebut telah terpotong sehingga terkesan seakan mengajak para pegawai di hadapannya untuk dukung anak Jokowi untuk menang.

“Pada acara tersebut terjadi tanya jawab yang cukup panjang, dan video itu telah dipotong-potong,” jelasnya.

Dalam video itu, Hasbi hanya menjelaskan soal rencana Jokowi yang akan mengangkat jutaan CPNS dan bukan mengajak dukungan politik.

“Di sana tidak ada ajakan untuk memilih, tapi hanya mengutip apa yang disampaikan presiden Jokowi bahwa kalau beliau ketika kepemimpinannya berlanjut, insya allah program pemerintah melanjutkan pengangkatan CPNS dua juta formasi,” jelasnya. (*)

Silahkan kirim ke email: [email protected].

Stay connect With Us :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *