[Update] Info Drone Emprit: Anies Menjadi Capres Paling Dibicarakan pada Debat Ketiga Update 2023

HBLpegadaian.id – Anies Baswedan menjadi capres yang paling banyak dibicarakan netizen pasca debat berlangsung. Demikian diungkap Founder Drone Emprit, Ismail Fahmi dalam akun X-nya, @ismailfahmi.

Menurut Ismail Fahmi, Anies mengantongi 429K mention diikuti oleh Prabowo Subianto dengan 396K mention, dan di posisi terakhir yaitu Ganjar Pranowo dengan 329K mention.

Anies juga paling banyak dibincang dalam nada positif (postive tone), dengan perolehan sentiment positif mencapai 71%, diikuti Ganjar 69%, dan Prabowo 31%.

Adapun sentimen negatif tertinggi diraih oleh Prabowo dengan 64%, diikuti Anies 23%, dan Ganjar 17%.

Hingga selesainya pelaksanaan debat, warganet memberikan sejumlah julukan pada para Capres seperti EL Chef (Capres 01), El Gemoy (Capres 02), dan munculnya julukan baru El Chudai (Capres 03) sebagai substitusi panggilan “den bokep” yang sebelumnya digunakan untuk menyebut Ganjar.

Dari ketiga nama ini lanjut Ismail Fahmi, trend posisi ketiga capres, El Gemoy dan El Chudai, bergantian di posisi atas, diikuti oleh El Chef.

Gimik yang banyak dibahas oleh netizen diantaranya soal penggunaan diksi “omon–omon”, Mamat Gunshop, nilai untuk Menhan, potongan video statemen Prabowo dan aksi Prabowo yang memotong pembicaraan Anies.

Pasca debat ini, isu yang masih diangkat yaitu perihal pro kontra keterbukaan data pertahanan Indonesia dan anggaran pertahanan yang mencapai Rp700 triliun, serta simpati pendukung kepada Prabowo yang dianggap dizalimi karena diserang oleh kedua capres lain saat debat.

Drone Emprit adalah alat untuk memonitor percakapan netizen di media sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram dan sekarang juga TikTok. Juga memonitor pemberitaan di media online berdasarkan kata kunci, nama tokoh, nama peristiwa.

Menurut Ismail Fahmi, percakapan-percakapan di media sosial dikumpulkan, kemudian dianalisis.

“Dari hasil analisis kita bisa mengetahui, misalnya, siapa yang memulai, apa yang menjadi isu besarnya, kapan mulai trending, kemudian di daerah mana saja, dan analisis seperti sentimen, bagaimana sentimen publik, apakah mereka positif atau negatif terhadap sebuah peristiwa,” ungkap Ismail Fahmi.

Dengan Drone Emprit, Ismail Fahmi bertujuan mencerahkan publik tentang apa yang sebenarnya terjadi di media online.

Berawal dari masa studi pascadoktoralnya di Groningen University, Belanda, pada 2010, Ismail Fahmi mengembangkan prototipe pertama aplikasi yang kemudian menjadi Drone Emprit. App ini bukan sebuah drone atau pesawat nirawak, melainkan sebuah aplikasi komputer. (bs/asw)

Silahkan kirim ke email: [email protected].

Stay connect With Us :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *