[Update] Info Diserang Politik Identitas, Jubir: Pasangan Lain Gelisah dan Khawatir Elektabilitas AMIN Naik Update 2023

HBLpegadaian.id – Capres dan Cawapres, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) disebut-sebut terus diserang politik identitas, pasca adanya dukungan ijtima ulama dan Habib Rizhieq kepada Paslon nomor urut 1 ini.

Juru Bicara AMIN, Abdul Rochim menegaskan, isu politik identitas sengaja diembuskan para pendukung rival AMIN agar pemilih antipati kepada pasangan mengusung koalisi perubahan tersebut.

Padahal, kata dia, setiap warga negara berhak memberikan dukungannya, apapun latar belakangnya. Termasuk tokoh-tokoh yang hadir pada Ijtima ulama.

Lebih lanjut, Caleg DPR RI PKB dari Dapil Surabaya-Sidoarjo ini menilai, pendukung rival AMIN terkesan sudah tidak lagi punya isu. Dengan begitu, paslon lain khawatir terhadap elektabilitas AMIN yang semakin menaik. Sementara paslon lain terkesan stagnan, bahkan menurun.

“Ini menunjukkan kekhawatiran dari pasangan lain. Kegelisahan, ketakutan pasangan lain terhadap tren elektabilitas pasangan AMIN yang terus naik, bahkan sudah menyalip pasangan nomor urut 3 dari hasil berbagai lembaga survei,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat 15 Desember 2023.

Cak Rochim, sapaan akrabnya menilai soal politik identitas sudah dibantah oleh Anies. Sikap moderat sudah dibuktikan saat memimpin DKI Jakarta. Baik Anies, maupun Cak Imin, mengingat dua orang tersebut sering berinteraksi dengan umat lintas agama.

“Pak Anies dan Gus Imin ini juga ke Gereja, Vihara, ke tempat-tempat kelompok berbagai berbagai agama lainnya. Jadi nggak ada istilah-istilah politik identitas,” katanya.

Cak Rochim kembali menyebut, AMIN mempunyai daya tarik dari berbagai lini, seperti halnya pendukung kelompok Islam dan kelompok non Islam. Titik-titik pendukung pasangan AMIN juga banyak yang berasal dari berbagai latar belakang, agama, suku, ras, bermacam-macam.

Paslon yang didukung PKB dipastikan tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat merusak kesatuan, dan persatuan.“Kalau yang dukung ini PKB, nggak ada lagi istilah politik identitas. AMIN itu didukung semua lintas agama,” pungkasnya. (*)

Silahkan kirim ke email: [email protected].

Stay connect With Us :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *