[Update] Info Caleg Gerindra Diduga Kampanye di Gereja, Bawaslu: Sementara Diproses Update 2023

HBLpegadaian.id – Bawaslu Sulsel sementara mengumpulkan fakta terkait Caleg Gerindra, Aris Titti yang diduga berkampanye di salah satu tempat ibadah, di Makassar. Aris merupakan Caleg DPR RI Dapil Sulsel I. 

Komisioner Bawaslu Sulsel, Abdul Malik menyampaikan, pihaknya sementara menelusuri lokasi Gereja yang diduga jadi tempat kampanye itu. 

“Sementara diproses lebih lanjut untuk mencari keterangan dalam penelusuran mencari fakta dan keterangan, upaya terang ini bagaimana dan seperti apa sebenarnya yang terjadi di sana,” kata Malik kepada Herald Sulsel, saat dihubungi, Jumat 15 Desember 2023.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Sulsel ini mengatakan, akan memastikan apakah Caleg Gerindra itu menyampaikan visi, misi, program dan penyampaian citra diri yang memenuhi untuk kampanye atau tidak.

“Ini harus terpenuhi semua baru dikatakan kampanye. Harus akumulatif,” ujar Malik.

Mantan Ketua Bawaslu Wajo ini menambahkan, pihaknya tidak boleh melihat dari satu sisi, yang hanya melihat video saja, tapi harus memastikan kebenarannya.

“Tidak hanya berdasarkan apa yang dilihat dalam video, tapi memang perlu penelusuran lebih lanjut bagaimana fakta yang terjadi di lapangan,” tukas Malik.

Sebelumnya diketahui, dalam video berdurasi 1.42 detik yang dilihat Herald Sulsel pada Rabu 13 Desember 2023, Aris memperkenalkan diri sebagai politisi. Dia mengaku sudah 13 tahun di dunia politik dan bergabung di Gerindra.

“Di dalam dunia politik sudah 13 tahun di Partai Gerindra, partai yang pertama ber-natal di Kota Makassar ini. Saya punya amanah ketua panitia Natal 2019 yang lalu,” kata Aris dalam video yang beredar.

“Di tahun politik ini saya mencalonkan diri maju di DPR RI dengan pertimbangan jika Tuhan berkenan akan menjadi penyambung lidah kita semua,” tambahnya.

Silahkan kirim ke email: [email protected].

Stay connect With Us :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *