Berita  

PGN dan Pema Global Energi Teken Perjanjian Jual Beli Gas untuk Pupuk Iskandar Muda

JAKARTA — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) bersama dengan PT Pertagas Niaga (PTGN) dan PT Pema Global Energi (PGE) menandatangani perjanjian jual beli gas (PJBG) untuk PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), industri di Aceh, serta industri di Sumatera Utara.

PGE sebagai penjual memasok gas bumi maksimal sebesar 45 billion british thermal unit per day (BBTUD) kepada PGN dan PTGN.

PJBG ditandatangani oleh Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Rosa Permata Sari, Direktur PGE Anis Haryono, Direktur PGE Eppy Gustiawan, dan President Director PTGN Aminuddin pada Kamis (7/12/2023). Seremoni PJBG turut disaksikan Kadiv Monetisasi Minyak dan Gas Bumi BPMA M. Akbarul Syah Alam.

Sumber pasokan untuk PJBG ini berasal dari Wilayah Kerja (WK) “B”, dimana PGE berkedudukan sebagai Kontraktor dan Operator untuk WK “B”.

Penggunaan sumber gas dari WK “B” telah berdasar pada rekomendasi Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) penunjukkan penjual gas bumi Bagian Negara dari WK “B” kepada PGE dan sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah tentang pengelolaan bersama sumber daya alam migas di Aceh.

“Pemanfaatan gas bumi dari WK “B” diharapkan dapat menjaga keberlangsungan penyaluran gas di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Lebih lanjut, dapat menjadi stimulus khususnya bagi PIM dalam proses produksi maupun industri-industri di wilayah Aceh dan Sumatera Utara agar perkonomian wilayah semakin berkembang,” kata Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Rosa Permata Sari dalam keterangannya, Senin (11/12/2023).

Rosa menambahkan, PJBG ini juga mengimplementasi harga gas untuk industri tertentu yang merujuk pada Kepmen 134K/ 2021 dan Kepmen 91K/ 2023. Maka akan dapat memberi andil yang cukup berpengaruh terhadap produktivitas dan daya saing industri penerima manfaat.

“Komitmen PGN, PTGN dan PGE ini bersama-sama untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik. Selain itu, bernilai strategis sebagai solusi penyediaan energi bagi wilayah Aceh dan Sumatera Utara,” ujar Rosa.

Sementara President Director PTGN Aminuddin berharap alokasi gas dari WK “B” dapat diserap secara optimal ke depan.

Tidak hanya memberikan benefit bagi badan usaha migas yang bersangkutan dan konsumen, tetapi juga dapat menjaga penerimaan negara dari sektor hulu migas.

“Kami akan menjaga kapabilitas penyaluran gas dari WK “B” seoptimal mungkin agar pasokan gas andal, sehingga operasional para konsumen dapat sustainable dan memberi dampak terhadap perekonomian yang positif,” demikian Aminuddin. (HBLpegadaian.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *